Seks bebas dikalangan pelajar

Seperti diketahui beberapa tahun belakangan ini seiring canggihnya media informasi dan komunikasi, para pelajar kita cenderung bebas dalam bergaul. Bukan hal yang aneh lagi jika ada berita pelajar hamil di luar nikah, berita bayi di buang dan bukan hal yang mengagetkan jika ada berita tentang aborsi.

Maraknya seks bebas di kalangan pelajar seolah menjadi trend bahwa jika seorang siswi masih perawan maka akan tergolong siswi yang “nggak gaul” dan terkucilkan dalam pergaulan anak zaman sekarang. Video-video rekaman tentang perbuatan asusila mereka pun banyak beredar di internet.

Namun tak sedikit para remaja ini juga “menjual” dirinya melalui akun jaringan sosial seperti facebook dan semacamnya.

Bukan hanya perilaku seks bebas dari pergaulan remaja sekarang, melainkan faktor ekonomi hingga kebutuhan remaja sekarang yang selalu ingin tampil update, seperti Blackberry, i-Pad, pakaian dan perhiasan mahal. Sudah pasti hal tersebut juga memicu keinginan mereka untuk mendapatkan uang banyak secara instan dan cepat.

Akhirnya tanpa sepengetahuan orang tua dan guru mereka memberanikan untuk menjajakan diri di ruang publik seperti mall, tempat hiburan, warnet atau bahkan di jalanan.
Bahkan tak sedikit diantara para remaja sekolah yang menjajakan seks terorganisir oleh pihak tertentu.

Berikut Data Survei Seks Pelajar Indonesia :

Survei Komnas Anak Di 12 Provinsi (4500 remaja sebagai responden)
1.      93,7 % pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
2.      62,7 % remaja SMP sudah tidak perawan
3.      21,2 % remaja SMA pernah aborsi

Survey Perkumpulan Keluarga Berencana (100 remaja SMP & SMA Di Samarinda)

56% Pelajar sudah berhubungan seks. Bahkan ada yang terang terangan mengaku berhubungan seks dengan pekerja seks.

Survey Synovate Research
1.      44% mengaku punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun.
2.      16% mengaku pengalaman seks di dapat di usia 13-15 tahun.
3.      Tempat melakukan seks di rumah (40%), kamar kos (26%) dan hotel (26%)

Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia
1.     32% remaja 14 – 18 tahun pernah berhubungan seks
2.     21,2% remaja putri pernah melakukan aborsi
3.     97% penyebab remaja melakukan seks yaitu dari internet.

Sungguh merupakan tanggung jawab yang berat menjadi orang tua zaman sekarang, apalagi yang mempunyai anak ABG.

Harus pintar meluangkan waktu untuk memberikan perhatian extra dan komunikasi yang intens terhadap anaknya. Tidak hanya itu saja, orang tua sekarang juga harus terus mengikuti perkembangan zaman khususnya dalam internet. Sehingga komunikasi dengan anak bisa berjalan dengan baik.

Tentu saja pemerintah juga ikut bertanggung jawab dan berkewajiban mengatasi masalah ini. Penyuluhan saja tidak cukup, diperlukan sarana atau fasilitas di luar sekolah untuk para pelajar kita, baik itu di bidang olahraga, seni atau sains. Dan juga harus lebih tegas terhadap pelajar yang belum di perbolehkan mengendarai motor, terlibat pemakaian narkoba dan miras.

12 thoughts on “Seks bebas dikalangan pelajar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s